Translate

Selasa, 22 Desember 2009

Peningkatan Mutu Guru

Peningkatan Mutu Guru
Dewasa ini pendidikan adalah salah satu aspek yang sangat mendapatkan perhatian oleh pemerintah.Pendidikan yang berkualitas sangat diperjuangkan dewasa ini. Beragam cara di tempuh untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Bermilyar dan bahkan bertriliun rupiah dana di kucurkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan .

Salah satu dari beberapa aspek dalam peningkatan mutu pendidikan ini adalah dengan ,meningkatkan kompetensi pengajar dalam hal ini tentu adalah guru. Guru lah sejatinya yang menjadi ujung tombak bagi peningkatan kualitas pendidikan. Tanpa guru yang berkualitas sudah pasti tidak akan bisa di hasilkan murid yang berkualitas . Rumusnya adalah bahwa jika kita membawa segenggam beras di tangan dengan berjalan kearah sepuluh meter ke depan dengan jumlah sekitar 100 butir beras sudah pasti jika kita letakkan beras tadi ditempatnya semula jumlah beras tadi tidaklah akan sampai seratus. Jika ilmu yang di sampaikan oleh guru tidak banyak karena keterbatasan kompetensi sudah pasti ilmu yang akan di dapatkan anak didik juga tidak banyak jumlahnya. Maka peningkatan mutu guru adalah sesuatu yang mutlak di lakukan.

Salah satu peningkatan mutu guru adalah dengan proses pendidikan dan pelatihan atau diklat. Melalui proses diklat diharapkan guru dapat meningkat kompetensinya. Maka sangat banyak diklat dilaksanakan oleh beragam instansi penyelenggara diklat ,baik itu yang dilaksanakan oleh pemerintah pusat maupun instansi di daerah.

Pada kenyataannya terkadang efektifitas diklat sangat kecil pengaruhnya terhadap peningkatan kompetensi guru. Hal ini bisa di sebabkan oleh beragam aspek. Salah satu aspek tersebut adalah kualitas penyelenggaraan diklat yang sangat rendah. Banyak sekali sekarang ini diklat yang asal-asalan dilaksanakan. Banyak diklat yang dilakukan dengan prinsip asal dana cair. Maka akibatnya semua kegiatan pun dilaksanakan dengan prinsip asal. Dari mulai perencanaan, pemanggilan peserta, pendaftaran, pembukaan, materi dan sampai penutupan semua serba asal. Hal ini di perparah oleh minimnya kualitas dari sang widyaiswara atau instruktur. Dengan materi tidak berkualitas di tambah dengan penyampaian yang tidak menarik, kloplah sudah suatu diklat menjadi diklat asal. Yang menjadi korban akhirnya adalah guru dan lembaga dan jika dirunut akan sampai ke rakyat juga karena biaya penyelenggaraan diklat pada dasarnya adalah pajak yang dibayar oleh rakyat.

Maka hendaknya semua pihak harus senantiasa berada pada koridor bahwa semua pekerjaan pada dasarnya adalah ibadah. Apapun pekerjaan pada dasarnya bernilai ibadah manakala kita melaksanakan semua kegiatan dan pekerjaan kita dengan niat ikhlas semata karena-NYA. Maka dengan motivasi yang benar kita akan benar-benar dengan sepenuh hati melaksanakan apapun pekerjaan kita.

Betapa menyedihkannya jika kita bertemu dan berbicara dengan seorang guru yang berada di nun jauh pedalaman kalimantan. Untuk pergi memenuhi panggilan diklat dia harus mengeluarkan biaya lebih dari dua juta rupiah yang menyedihkannya ternyata dia dapatkan dengan cara mengutang pada koperasi di sekolahnya. Untuk mencapai ibu kota propinsi dia harus menempuh perjalanan sejauh lebih dari 9 jam, karena harus naik kapal ketinting ke kota kecamatan, lalu naik speedboat ke ibukota kabupaten, baru kemudian naik pesawat, dan akhirnya di sambung dengan naik bis ke ibukota propinsi letak dimana penyelenggaraan diklat di laksanakan. Bagaimana perasaan kita jika melihat bahwa ternyata mereka tidak mendapatkan hasil(ilmu) yang sepadan dengan pengorbanan yang sudah mereka lakukan.

Maka berbuatlah kita yang terbaik apapun yang terjadi. Setiap dari kita harus berusaha memberikan yang terbaik untuk upaya peningkatan mutu pendidikan di negara kita tercinta ini, karena pendidikan yang berkualita pada dasarnya yang akan menikmati adalah kita juga karena denga pendidikan yang berkualitas maka output atau anak didik yang di hasilkannya adalah anak didik yang berkualitas yang bisa memberikan yang terbaik. Yang akan bisa mengelola negara ini dengan lebih baik untuk kesejahteraan yang lebih baik bagi semua rakyatnya