Sabtu, 14 Mei 2011

Antri BBM Karena Seribu Rupiah Begitu Berarti

Beberapa hari ini kita kembali menyaksikan antrian BBM di SPBU SPBU. Hal ini sudah jelas disebabkan keputusan pemerintah untuk melakukan pembatasan atas BBM bersubsidi. Dengan pembatasan ini dampaknya BBM bersubsidi yang berharga lebih murah menjadi lebih cepat habis dan akhirnya masyarakat pun mau tidak mau harus antri di SPBU demikian panjang begitu kiriman BBM bersubsidi kembali datang. Kasihan sekali melihat mereka harus antri 1 jam sampai 2 jam hanya untuk mendpatkan 2 s.d 3 liter bensin untuk kebutuhannya 2 s.d 3 hari kedepan. Untuk kaum yang lebih punya mereka bisa dengan mudahnya beralih ke pertamax begitu premium tidak di jumpai atau harus antri dalam waktu lama. Dan terkadang mereka mungkin membatin dalam hati kenapa mau berpanas-panas demi 2 atau 3 liter bensin.

Memang sebenarnya urusan bensin urusan sepele buat sebagian orang, namun tidak bagi sebagian yang lain. Buat sebagian masyarakat Indonesia yang penghasilannya rata-rata masih di bawah 1 juta , beda harga bensin bersubsidi dan yang tidak yang mencapai 2 kali lipat adalah suatu jumlah yang sangat besar. Dengan uang 4500 mereka masih bisa membeli ½ kg beras untuk di bawa pulang kerumah. Maka tak heran mereka mau berpanas panas menunggu kiriman bensin bersubsidi datang lagi ke SPBU, sekalipun sebenarnya jika di konversikan ke dalam kerja produktif waktu mereka mengantri itu akan sama hasilnya jika mereka terus bekerja.

Tingkat kesulitan hidup di Negara kita tercinta dewasa ini memang demikian berat. Semakin lama hidup menjadi semakin berat, demikian pula dengan upaya untuk mencukupi kebutuhan. Semakin besar upaya untuk memperoleh hasil yang sama dan harus semakin besar lagi utnuk mendapatkan hasil yang lebih banyak dari hari-hari sebelumnya. Gaji sama namun besarnya tingkat inflasi menyebabkan nilai mata uang menjadi menurun, harga barang naik. Maka jangan heran jika saat ini sebagian masyarakat Indonesia hanya bisa mengkonsumsi indomie dan telur sebagai lauk hariannya. Jika gaji bulanan seseorang 1 juta tanpa rumah maka kira2 pengeluarannya adalah sebagai berikut:untuk rumah dia akan keluarkan minimal 300 rb, untuk 2 anak sekolah dia akan keluarkan minimal 10 rb X 20 =200 rb+SPP 100 rb =Min.300 rb, Hanya tersisa 400 rb gajinya untuk makan ,transportasi,kesehatan,bayar air listrik,dll. Maka sangat masuk akal bila dia hanya mampu membeli 2 bungkus mie dengan harga 3 rb dan 2 butir telur berharga 2000 plus kerupuk seharga 1000 rupiah=6000x30=180.000, ditambah listrik air 100 rb, tinggallah sisa 120 rb untuk semua kebutuhan lain.

Urusan antri BBM di SPBU pada dasarnya tidaklah sesepele seperti yang terlihat. Ia menggambarkan fenomena yang tengah di hadapi oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk sebagian besar masyarakat Indonesia terlihat bahwa ternyata seribu rupiah pun sangat berarti buat mereka, karenanya tak usahlah lagi kita menanyakan kenapa mereka mau berpanas panas antri mendapatkan seliter 2 liter bensin.
Diberdayakan oleh Blogger.

Pengunjung

Arsip Blog